Pendidikan & Kurikulum
21 Agustus 20254 Menit BacaSiti Rahmawati, S.Pd.

Best Practice: Menumbuhkan Budaya Kerja Industri 5S/5R Sejak di Bangku Sekolah

Membiasakan Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin pada area bengkel praktik menciptakan etos kerja disiplin berstandar industri manufaktur.

1. Memahami Fondasi Budaya 5S / 5R

5S merupakan metodologi manajemen tata kelola tempat kerja asal Jepang yang terdiri dari Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), dan Shitsuke (Rajin).

Di lingkungan industri manufaktur modern, prinsip 5S bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan fondasi dasar dari efisiensi alur kerja, keselamatan kerja (K3), serta jaminan kualitas produksi.

2. Implementasi Terpadu di Bengkel & Kelas

Di SMK Antartika 1 Sidoarjo, setiap sesi praktikum bengkel diwajibkan diawali dan diakhiri dengan apel 10 menit 5S. Setiap alat perkakas diletakkan pada shadow board yang telah diberi tanda visual yang jelas.

Pemberian kartu merah (red tag) diterapkan pada barang-barang yang tidak terpakai agar area kerja tetap lapang dan aman dari potensi kecelakaan kerja.

Siti Rahmawati, S.Pd.

Siti Rahmawati, S.Pd.

Koordinator Budaya Kerja & Guru BK

Praktisi pengembangan karakter disiplin industri, pembicara seminar soft-skills vokasi, dan konselor bimbingan karier siswa.

Bagikan Informasi Ini